Photobucket

March 25, 2010

bila dgr n hayati btl2 lgu ni, rasa sgt terutg budi dgn Allah... Betapa kita ni x bersyukur dgn Allah. Ya Allah dosa ku mengunung tinggi tpi rahmatmu melangit luas harga selautan syukurku hanya lah setitik nikmatmu di Bumi.

March 22, 2010

Penawar Hati

Asalamualaikum
Rasanya dh lama sya x menulis didalam blog ni, maklumlah tmph tmt latihan industrial dh hmpir tiba so byklah tugas2 yg prlu sya selesaikan, tmbhn plak jumaat ni kena bt pembentangan kpda lecture yg dtg visit. dlm duk hadapi kesibukan ni, sya dapati hati ni dh kering kontang, tenat sgt, smakin jauh dgn Allah, nasib baik Rasulullah S.A.W Ada menigalkan penawar bg pnykit ini dapatlah saya berkongsi dgn anda. meh kita sama2 pulihkan hati kita agar segar kembali..

Hadis Rasulullah SAW: Zikir adalah menghimpunkan kembali yang telah bercerai dan menceraikan yang telah terhimpun, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Iaini hati manusia yang diselubungi oleh berbagai-bagai keraguan, dukacita dan kegelisahan, itu semuanya dilenyapkan sama sekali dan dilahirkan ketenteraman dan ketenangan jiwa. Dan hati atau jiwa manusia yang dikuasai oleh perbuatan-perbuatan yang keji itu dibersihkan. Dan manusia yang senantiasa digoda dan dikuasai oleh tentera-tentera syaitan itu diceraikan daripadanya. Dan akhirat yang jauh itu didekatkan dan dunia yang dekat itu dijauhkan dari jiwa manusia.

Hadis Rasulullah SAW: Pada hati manusia ada suatu bahagian yang tidak subur melainkan dengan zikrullah. Apabila zikir telah menguasai hati maka bukan ia menyubur bahagian hati itu sahaja bahkan ia menjadikan orang yang berzikir itu hidup dengan makmur walaupun ia tiada berharta benda, memuliakannya walaupun ia tidak berkeluarga dan menjadikannya penguasa walaupun ia tidak mempunyai kerajaan. Dan sebaliknya orang yang lalai daripada zikir pasti ia akan dihinakannya walaupun ia mempunyai harta benda, kaum keluarga dan kerajaan yang besar.

Firman Allah:

“Dan sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang, dan pada sebahagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bahagian yang panjang di malam hari.” Surah 76: Al Insan, Ayat 25 & 26

“Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak meninggikan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” Surah 7: Al A’raf, Ayat 205

“Orang-orang yang mengingati Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” Surah 3: Al Imran Ayat 191

March 5, 2010

Mulia hidup kerana Al quran

Asalamualaikum warahmatullahhiwabarakatu..
semoga hri ni adalah lebih bik dr semalam dan Hri yg seterusnya semakin baik dn sntisa brtmbh baik..... smga Allah memberi kita iman yg sekeras titanium.. agar kita dpt merempuh kehidupan di zaman yg sedang dilanda kemusnahan dan keruntuhan moral yg teramat mengerunkan hati2 yg lembut ini.... masalah jenayah x pernah miss di mana2 akhbar di dunia ni msti ada sja ceritanya setiap hri....masih igt lgi kes kematian adik Syafia Humairah Sahari?.di dera oleh tmn lelaki ibunya shga mati . Manusia sekarang ni sombong dgn Allah..cuba melawan atau mencabar kekuasaan Allah... Benda2 yg Allah larang yg tu jgk lah yg mrka suka nk buat...benda yg Allah perintahkan Susah sgt nk laksanakan... sebenarnya semua Aturan Allah tu Adalah untuk kesejahteraan semua.....bkn utk mnyusahkan.. akibat dr penolakan ini lah berlakunya bermacam2 gejala kt dunia ni..semoga kematian Sikecil ini dapat mmberi pengajaran kpda ibunya dan masyarakat agar kmbali kepada kehidupan islam yg sebenar.kerajan keluarkan berlanja dh berjuta2 untk tgani maslah moral, tpi masalah ni x morot jgk mlh smkin brtmbh brlipt2 gnda lgi....sahabat semua maslah akn slesai lau kita jdikan Al Quran Sunah pemandu bgi kehidupan kita..Nabi SAW pernah berkata didalam hadis yg diriwayatkan oleh Ibnu Hiban..Bahawasanya Alquran itu adalah syafaat dan bersama2 nabi ketika mmberi syafaat dan ia adalah penguat hujah dri segala2 hujah dan brg siapa meletakan Al Quran itu di hadapanya(ikutan utama) maka al quran itulah yg akan memandunya kedalam syurga, dan brg siapa yg meletakan Al quran itu di belakangnya(mendahulukan perkara lain selain nya) atau melupakan Al quran dlm kehidupannya maka Al quran itulah akan mencampak kita ke dalam neraka. Hari ini kita mulia kerana Allah itu mulia, kita mulia kerana Nabi itu mulia.. dan kita sbnrnya mnumpg di atas kemulian nabi. kita hendaklah mnjadi umat nabi yg hidup di atas kehidupan nabi, berjalan di seluruh perjalanan nabi dan umat nabi yg berdiri di atas pendirian nabi, barulah kita akan mnjadi umat Nabi yg mana Nabi akan berbaga di kala kita bertemu dgn nabi SAW di akhirat nnti. ..barulah kta dpt mnikmati khidupan yg teng dan damai di atas muka bumi ni. .x pyh nk ceduk aimport cra lin smua tu fatamogana ja..

February 27, 2010

musibah adalah gudang kenikmatan


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:yg bermaksud:

"Tiada suatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. At Taghobun: 11)Berkata Al qomah (lengkapnya Al Qomah bin Qais bin Abdullah bin Malik An Nakhai, salah seorang tokoh ulama besar dari kalangan tabi'in) menafsirkan kata "Iman" yang disebutkan dalam ayat ini dengan mengatakan:"Yaitu: orang yang ketika ditimpa musibah, dia meyakini bahawa itu semua dari Allah, maka dia pun ridho dan pasrah (atas takdir-Nya)" .Kemudian barang siapa yang beriman maka dia diberi petunjuk pada hatinya, maknanya adalah seseorang yang ditimpa musibah kemudian dia tahu dengan yakin bahwa itu adalah takdir dari Allah lalu dia sabar dan mengharapkan pahala dari Allah dan kemudian pasrah dengan apa yang Allah takdirkan maka Allah akan berikan petunjuk pada hatinya.Orang yang sabar menghadapi musibah-musibah yang Allah takdirkan maka akan diberikan Allah petunjuk pada orang yang sabar dan beriman ini dan Allah akan gantikan apa yang hilang darinya dengan berlipat kali, dan Allah ganti apa yang hilang dengan hidayah.Kalaupun hilang tidak diganti tapi Allah beri gantinya dengan hidayah.Subhanallah, kalau saja hidayah dapat dibeli niscaya harganya tidak cukup dengan dunia dan seisinya (terlalu murah). Maka orang yang mendapatkan musibah tadi kehilangan sebagian kecil dunianya, kehilangan apa yang dia miliki, yang dia cintai musibah menimpanya kemudian dia sabar maka Allah ganti dengan hidayah, dia semakin lurus jalannya, semakin mendapatkan petunjuk.Kalau kita renungkan sungguh tidak seimbang yang hilang masalah dunia diganti oleh Allah dengan hidayah yang sangat tinggi nilainya, walhamdulillah hirobbil 'alamin, subhanallah. ..Allah menggantikan apa yang hilang daripadanya dengan hidayah pada hatinya dan Allah gantikan sebagai pengganti apa yang hilang keyakinan yang jujur dalam hatinya, bahkan kadang Allah ganti pula dunianya, Subhanallah. .. Sudah diganti hidayah ternyata dunianya yang hilang Allah kembalikan lagi dengan berlipat.Orang yang sabar terhadap musibah digantikan hidayah saja sudah cukup besar dan berlipat-lipat, sudah tidak ada bandingnya dengan apa yang hilang dari kita, apalagi diberi oleh Allah pula apa yang hilang tadi Allah kembalikan.Allah Subhanahu wa Ta'ala maha mengetahui apapun segala sesuatu, bawasanya apa yang muncul dari Allah sebagai takdirnya adalah muncul dari ilmu-Nya, Allah takdirkan musibah tadi karena Allah maha mengetahui hikmah dibalik musibah tadi yang mengandung hikmah tersebut.Oleh karena itu mestinya kita sabar, kita tidak tahu (bodoh) sedangkan Allah maha tahu, Allah menakdirkan sesuatu yang dimata kita buruk, musibah, mengambil apa yang kita miliki, tapi kita yakin ilmu Allah lebih 'alim dari kita, dan Allah tahu apa yang kita tidak tahu, dan Allah tahu hikmah yang kita belum tahu, maka kita katakan bahwa musibah ini 'pasti ada hikmahnya', sebab Allah tidak mungkin menakdirkan sesuatu tanpa hikmah, Allah menakdirkan sesuatu dengan ilmu-Nya, Allah maha tahu mana yang terbaik, maka kesimpulannya adalah kita harus sabar, kita tidak tahu mungkin ada hikmahnya dibalik ini insya Allah, kita tidak tahu mungkin ada baiknya dan ini merupakan keyakinan yang harus ada pada diri seseorang dan termasuk keimanan kepada Allah dan kepada sifat-sifat- Nya.Semoga bermanfaat, wallahu ta'ala a'lam bissowab...[Muroja'ah dari kajian Kitabut Tauhid dengan Syarah Fathul Majid bab "Minal iimani wa shobru 'ala aqdalillah" oleh al-Ustadz Muhammad Umar As-sewed hafidzahullah. Ditranskip oleh Abu Ahmed Muhammad Khadafi.]-- Mutiara Salafus Shalih:Para ulama di muka bumi seperti bintang-bintang di langit. Bila bintang-bintang itu tampak, maka orang-orang mengambil petunjuk dengan bintang-bintang itu. Dan bila bintang-bintang itu tidak terlihat oleh mereka, mereka menjadi bingung. (Abu Muslim Al-Khaulani Rahimahullah)Akan lahir dari ilmu: Kemuliaan walaupun orangnya hina, Kekuatan walaupun orangnya lemah, Kedekatan walaupun orangnya jauh, Kekayaan walaupun orangnya fakir, dan Kewibawaan walaupun orangnya tawadhu'. (Wahab bin Munabbih Rahimahullah)Apabila seseorang menuntut ilmu, maka hal itu akan terlihat pada khusyu'nya, pandangannya, lisannya, tangannya, shalatnya, dan zuhudnya. Apabila seseorang meraih salah satu bab ilmu lalu dia amalkan, hal itu lebih baik baginya daripada dunia dan seisinya." (Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah)Janganlah engkau merasa sombong terhadap ilmu, karena ilmu adalah lembah-lembah. Yang manapun engkau tempuh, dia akan mengalahkanmu sebelum engkau mencapainya. Akan tetapi ambillah ilmu itu bersamaan dengan perjalanan siang dan malam. Dan janganlah engkau mengambil ilmu sekaligus, karena barang siapa yang mengambil ilmu sekaligus, akan hilang pula sekaligus. Akan tetapi ambillah ilmu sedikit demi sedikit, bersamaan dengan perjalanan siang dan malam. (Az-Zuhri Rahimahullah, dari Yunus bin Yazid)Pondasi Al jama'ah adalah para shahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, mereka adalah ahlussunah wal jama'ah, siapa saja yang tidak mengambil ilmu dari mereka sungguh telah sesat dan terjatuh dalam kebid'ahan. (Al Imam Al Barbahari Rahimahullah)

February 20, 2010

Rasulullah SAW Dan Pengemis Yahudi Buta


Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah ada seorang pengemis Yahudi buta yang hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya" . Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.a.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku" , jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.


Islam untuk semua


Islam utk semua manusia tanpa mengira kaum dan jenis bangsa..
Islam rahmatan lil-alamin, islam rahmat utk semua makhluk-Nya..

“Hai manusia (tanpa mengira bangsa), sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
(Surah Al Hujuraat : Ayat 13)

"Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berda'wah) kepada kebajikan (mengembangkan islam), dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji). Dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya"
(surah Ali 'Imran : 104)

Allah SWT berfirman dalam surah al-Maidah ayat 8:
"Wahai orang-orang yang beriman. Hendaklah kamu sentiasa menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran kerana Allah. Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah sesungguhnya itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah mengetahui setiap perkara yang kamu lakukan."